Game

Cerita Unik Dibalik Pokemon Go

POKEMON, nama tokoh kartun ini tetiba meroket dalam satu bulan belakangan. Itu mengingat banyaknya pengguna ponsel yang mengunduh game bernama Pokemon Go. Sebenarnya apa sih Pokemon Go.

Buat Anda yang masih belum terlalu mengenal apa itu Pokemon Go, wajar sih, karena sebenarnya game ini baru ada di Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jepang, tapi belum dirilis di Indonesia. Tetapi walau demikian, sejumlah pengguna Indonesia sudah menjajal game besutan Niantic itu.

Pokemon Go adalah game berbasis teknologi augmented reality yang sebenarnya disediakan untuk diunduh secara gratis di perangkat bersistem operasi Android dan iOS. Tapi perlu diingat, untuk pengguna di Indonesia belum tersedia di Google Play Store maupun Apple Store. Game ini bisa dipasang di perangkat mobil hanya melalui unduhan dari pihak ketiga seperti apkplz.com atau apkmirror.com

Pokemon Go

Nah yang game Pokemon Go adalah permainan ini harus terhubung dengan fitur GPS dan kamera pada ponsel atau tablet yang di instal game tersebut. Pertama-tama pemain harus menciptakan avatar yang nantinya akan menjadi tokoh utama untuk menangkap, melatih, sampai mempertandingkan karakter Pokemon yang bertebaran di dalam game.

Pokemon-Pokemon ini tersebar di berbagai lokasi, untuk menangkapnya, pemain harus mengikuti kemana arah lokasi pokemon tersebut yang ditunjukkan melalui GPS. Jika sudah ketemu, pemain harus menangkap Pokemon yang muncul di layar posnel menggunakan kamera. Ketika gamer berjalan, avatarnya di dalam game juga ikut berjalan.

Pada dasarnya, game ini memanfaatkan teknologi Google Maps untuk meletakkan avatar game di dunia virtual yang menyerupai keadaan sekitar. Ketika karakter Pokemon ditemukan, game giliran menggunakan teknologi augmented reality untuk membuat Pokemon muncul di hadapan.

Pokemon Go

Lantas siapa sebenarnya orang dibalik perusahaan Niantic yang menciptakan Pokemon Go? Dia adalah John Hanke, CEO dan pendiri Niantic. Dia adalah salah satu karyawan Google yang berjasa dalam mengembangkan Google Earth dan Maps.

Sebelum menciptakan Pokemon Go, Niantic sudah membuat Ingress. Game ini menjadi tonggak awal bagi Niantic untuk menciptakan game berbasis augmented reality. Dan Niantic membutuhkan survei ke 15 juta masyarakat dunia untuk menentukan kira-kira diaman saj lokasi favorit untuk dijadikan tempat menemukan Pokemon.

Kini cerita tentang “perburuan” Pokemon oleh para pemain ini semakin menggurita. Di Indonesia dikabarkan karena permaian tersebut sudah dapat mengungkap penemuan mayat di suatu daerah. Sementara di negara lain permainan ini juga membuat seorang pasangan muda harus memutuskan hubungan asmaranya karena mendapati sang pacar sedang selingkuh.

Apakah Anda tertarik mencoba Pokemon Go ?

COMMENTS