Unik

Festival Condet 2016 Bukti Betawi Masih Eksis di Condet

CONDET Sebuah kota yang syarat dengan budaya Betawi, namun dewasa ini kawasan di sekitar Jakarta Timur itu lama-lama memudar eksistensinya sebagai cagar budaya seiring tergerusnya era modernisasi dan urbanisasi.

Condet sebenarnya telah lama ditetapkan sebagai Cagar Budaya Betawi, tepatnya saat Surat Keputusan (SK) Gubernur No D. IV-1511\/e\/3\/74 pada 30 April 1974 silam dikeluarkan. Di wilayah inilah segala hal tentang Betawi bisa ditemukan dengan mudah, mulai dari masyarakatnya yang ramah tamah dan kekeluargaan, budaya, pakaian, makanan, hingga buah-buahan.

Namun tahun berganti tahun tak pernah sekalipun diadakan Festival Condet dalam skala yang sangat besar seperti halnya Festival Condet 2016. Bahkan festival budaya Betawi justru di selenggarakan di wilayah Jakarta Selatan dengan nama Festival Palang Pintu. Kecuali Sabtu (30/7/2016) dan Minggu (31/7/2016). Ketika ratusan warga tumpah ruah di sepanjang jalan Condet Raya, mulai dari perempatan Balekambang hingga menuju kawasan Cililitan. Ya, tahun ini kembali diadakan Festival Condet.

Festival Condet 2016

“Kami ingin menunjukan ke khalayak ramai, bahwa di Condet masih ada budaya Betawi,” kata Iwan Setiawan, Penggagas Festival Condet 2016 yang juga Ketua Yayasan Cagar Budaya Betawi Condet. Festival ini digelar sepanjang 300 meter, dari depan Jalan Buluh yang terhubung dengan Jalan Raya Condet sampai pertigaan Batu Ampar atau depan Rumah Makan Abu Salim.

Festival dibuka dengan pawai budaya betawi, Sabtu sekitar pukul 09.20 WIB. Pawai ini dipimpin oleh sepasang ondel-ondel yang berjalan iring-iringan dengan lantunan musik khas Betawi, gambang kromong, sambil terus menyapa masyarakat yang menonton pawai. Di belakang ondel-ondel ada rombongan anak-anak yang menggunakan pakaian khas betawi dan budaya lain, marching band, pencak silat, reog ponorogo, pramuka, tarian sirih kuning khas betawi, dan lainnya.

Festival Condet 2016 juga dibuka dengan aksi palang pintu untuk menyambut kehadiran Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Catur Laswanto, dan tokoh-tokoh lainnya seperti Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham “Haji Lulung” Lunggana.

Festival Condet 2016

Saat budaya Reog Ponorogo dimainkan, Bambang naik ke atas salah satu barongan reog ponorogo tersebut. Dia mengapresiasi karena Festival Condet tidak hanya menampilkan budaya asli betawi, tetapi juga budaya-budaya lain di Indonesia. “Festival ini juga menghadirkan budaya dari luar Betawi, seperti tadi ada reog dari Ponorogo. Adanya reog ponorogo di Festival Condet ini tidak lain sebagai bentuk jika masyarakat Betawi juga menghargai kebudayaan lainnya,” ujar Bambang.

Selama Festival Condet 2016, ragam budaya Betawi ditampilkan mulai dari marawis, persilatan, kuliner condet seperti dodol condet, perlombaan azan, kirab budaya, band betawi, komunitas batu akik condet, pemutaran film betawi, lenong Betawi, sunatan, dan abang none. Pada puncak acara di hari Minggu, dengan diisi penampilan lenong Betawi, yang bercerita tentang kehidupan orang Betawi dari mulai lahir sampai meninggal dunia. Pada malam penutupan festival, digelar pertunjukkan kembang api pada pukul 21.45-22.00 di panggung utama.

Dengan adanya Festival Condet 2016, Iwan mengimbau warga Condet untuk terus menjaga budaya betawi dan buah-buahan yang ada di sana. “Sebab, Condet telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan cagar buah-buahan asli betawi di Jakarta,” katanya.

COMMENTS