Kesehatan

Tips Pertolongan Pertama Pada Korban Serangan Jantung

SENIN 1 Agustus 2016, industri hiburan Tanah Air tersentak dengan kabar meninggalnya penyanyi Mike Mohede. Jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu diprediksi mengalami serangan jantung saat berada di kediamannya.

Satu hari sebelum tutup usia, Mike masih terlihat segar dan sempat bernyanyi dalam perayaan ulang tahun pernikahan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono yang ke-40 di Djakarta Theater, Sabtu (30/7/2016).

Namun keesokan harinya Mike memutuskan libur dari jadwal manggung dan menghabiskan waktu di rumah bersama dengan teman-temannya. Sedari siang Mike beserta temannya bermain video game. Sekitar pukul 14.00 WIB, Mike tiba-tiba izin kepada temannya untuk tidur karena merasa kecapaian. Sebelum pergi tidur, Mike sempat membuat kopi terlebih dahulu, sedangkan teman Mike terus melanjutkan permainan di kamar.

Serangan jantung

Menjelang sore, teman Mike mulai merasa ada yang aneh pada tidur Mike. Teman Mike kemudian mencoba membangunkan Mike, namun tidak mendapatkan respon. Teman Mike kemudian memanggil kakak dan ibu Mike karena merasa ada yang tidak beres. Mike pun langsung dibawa ke Premier Bintaro. Berdasarkan rekam medik, kematian Mike dinyatakan pukul 18.02 WIB. Akan tetapi, dokter memperkirakan bahwa Mike telah meninggal dunia setengah jam lebih dulu dari penetapan waktu tersebut akibat serangan jantung.

Serangan jantung, secara medis disebut infark miokard, adalah kondisi di mana pasokan darah menuju ke jantung terhambat, biasanya karena timbunan kolesterol berupa plak. Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Ciri utama seseorang terkena serangan jantung adalah merasakan nyeri di bagian dada hingga sesak nafas. Muncul keringat dingin berlebihan pada seseorang yang disertai kondisi tubuh melemah dan kepala terasa pusing, ini juga positif menjadi tanda terjadinya serangan jantung. Pada kondisi demikian jika ditambah detak jantung yang lebih cepat dari orang normal maka seseorang bisa dinyatakan terkena serangan jantung.

Serangan Jantung

Ketika ada seseorang dengan gejala demikian, maka sebaiknya langsung larikan ke rumah sakit terdekat. Jika tak memungkinkan, lakukan pertolongan pertama ini :

  1. Jika korban kondisi tubuhnya melemah dan tak sanggup berdiri, dudukkan atau letakkan di posisi yang nyaman bagi korban. Pastikan korban dapat bersandar sehingga tidak perlu menyangga beban tubuhnya. Akan tetapi, jangan ambil posisi berbaring karena apabila penderita kehilangan kesadaran, jalan napasnya dapat terganggu.
  2. Panggil bantuan ambulans. Selama menunggu bantuan datang, tenangkan pasien. Beri kata-kata menyejukkan sambil melonggarkan baju penderita dengan membuka kancing baji bagian atas dan melonggarkan ikat pinggang sehingga dapat membantu dirinya bernapas lebih lega.
  3. Tanyakan riwayat kesehatan penderita. Adakah obat jantung yang diresepkan dokter dan biasanya ia minum. Apabila penderita membawa obat gawat daruratnya, bantulah dirinya untuk mengkonsumsi obat tersebut. Pada umumnya obat yang diresepkan dapat berupa aspirin kunyah atau nitrogliserin di bawah lidah.
  4. Jangan sekali-sekali memberikan obat pada penderita jantung tanpa mengetahui riwayat penyakitnya atau tanpa resep dari dokter karena hal ini justru dapat memperburuk kondisi jantungnya.
  5. Jangan pernah memberikan makanan, minuman atau apapun itu kecuali obat jantung yang dibawa oleh penderita serangan jantung itu sendiri.
  6. Senantiasa cek kesadaran penderita. Sambil menunggu bantuan datang, pastikan penderita masih dalam keadaan sadar dengan mengajak berbicara.
  7. Apabila pasien tiba-tiba jatuh dalam keadaan tidak sadar maka Anda sebaiknya siap melakukan resusitasi jantung paru (CPR). Akan tetapi, sebelum melakukan tindakan ini seharusnya Anda sudah pernah mengikuti pelatihan pertolongan pertama pada keadaan darurat.

COMMENTS